Sabtu tanggal 4 Mei kemarin saya memutuskan untuk tidak jadi ikut ke Bandung ke pernikahan sepupu, sebenarnya saya sudah merancang berbagai alasan tapi menjadi tepat ketika kendaraan yang tersedia sudah memenuhi kapasitas, singkatnya saya kembali hubungi abang untuk meminta dia menemani menonton Iron Man 3. Selesai ritual hari sabtu a.k.a mencuci baju
saya berangkat ke daerah BSD, dalam perjalanan di angkot memory mengajak mundur melihat setiap peristiwa yang terjadi beberapa bulan belakangan ini. Dan sontak air mata yang sudah seperti bendungan serasa akan pecah, karena di angkot dan gengsi dan juga takutnya banyak orang yang akan ngeliatin, saya mencoba menahan untuk tidak pecah dengan cara mengadahkan kepala ke atas dan membuka mata lebar lebar ternyata cara itu ampuh dan tetep juga sih menjadi perhatian seisi angkot dengan kegiatan yang saya lakukan
Flash back itu tanpa saya sadari memohon mommy untuk berada di sini, yah berada di saat ini, karena saya tahu jika dia masih ada setiap peristiwa yang terjadi tidak akan seperti ini. Kehidupan saya akan baik baik saja, saya akan lebih bisa leluasa untuk membuat keputusan dalam kehidupan saya, tidak perlu memasukkan list keluarga didalam nya seperti kondisi sekarang. Di saat itu saya sungguh sungguh memohon mommy disini saat ini di kondisi kami yang sekarang. Dalam kondisi rapuh itu saya tidak sadari abang mencoba menghubungi karena dia merasa aneh saya belum sampai juga di tempat yang biasa dia menjemput. Turun dari angkot saya masih merasa begitu rapuh dan mungkin abang melihat itu dimata dan wajah saya, yang coba ditutupi dengan kalimat “baik baik saja”.
Singkat hari itu, saya tidak konsen akan tujuan utama saya untuk meminta abang menemani nonton, akhirnya rencana itu batal karena film itu masih baru naik tayang, otomatis jika ke bioskop datang tidak lebih awal tidak mungkin dapat posisi enak untuk menonton. Akhirnya memutuskan untuk minggu depan saja nonton nya.
Memang jika pikiran bahkan hati kita tidak sejalan dengan raga, jadi kebanyakan bengong tidak jelas. Lagi lagi abang bisa membuat saya tersenyum sekaligus nyaris membuat pecah air mata, seperti biasa dia melakukannya dengan cara yang anggun tanpa menghakimi tanpa membuat saya merasa bersalah. Perumpamaan nasi goreng, ya nasi goreng… begini katanya, hidup ini seperti nasi goreng yang tadi kita beli di pusat ritel terbesar, ketika dimakan tidak enak ngapain harus dilanjutkan dan dihabiskan, hanya karena sayang nasi goreng tersebut sudah dibeli dan kita biarkan yang tidak enak itu terus masuk ke dalam mulut kita. Tinggalkan saja tidak perlu sayang sayang toh setelah tahu itu tidak enak kita tidak akan membeli dan memakan nya lagi nah pada saat itu kita bisa bilang sayang uang nya. Dan yang saya lakukan hanya menarik tissue, melap air mata yang nyaris pecah dan tertawa hahahaha. Lanjutnya jadi kenapa harus berlama lama dengan nasi goreng yang tidak ingin kita makan, hidup yang sekarang bukan masa depan yang masih misteri dan bukan masa lalu yang terus mengikat kita. Hidup yang sekarang adalah untuk masa depan yang penuh dengan kejutan baik atau pun tidak yang harus kita terima, tapi bukan masa lalu yang membuat kita tidak dapat hidup di masa sekarang. Just enjoy the life, jika harus ber mellow dengan masa lalu nikmati dan segera tinggalkan karena ada masa depan yang akan kita create di masa sekarang.
Ahh abang, you always know what have to say to me
Jadi di bulan Mei ini let’s enjoy the life
Jejak Para Hati