• 22

    Oct

    Ruang Hampa itu bernama masa lalu

    Memandang dari jendela luar ruang itu Mengapa tak dibiarkan saja menjadi bagian yang berlalu Tak perlu dihias kembali dengan tirai-tirai warna yang tak akan dapat terpancar warna-warna itu Mengapa dibiarkan hembusan angin memasuki setiap sela-sela dan lubangnya memenuhi, yang seharusnya biar tetap kedap agar tak terus tali pikir dan benang hati terus mengikat dalam hari dan langkah yang terasa berat Jangan nyalakan lagi lampu keegoisan itu, karena masih banyak ruang-ruang yang harus diisi, kenapa terpaku akan ruang yang seharusnya telah menjadi rata dengan kata yang kau ucap ‘mengampuni’. Bukan terus kau ingat dan kau dakwa Ntah teladan Kristus mana yang kau ambil, mengatakan mengampuni tapi tetap kau pelihara ruang itu. catatan hati: Sunday May 2010, doa pengampunan dosa
  • 18

    Aug

    THE END

    berapa lama lagi perempuan kasmaran terluka meratap akan hati yang tak terbalas meraung mencari perhatian dari yang telah berpaling seolah hari yang di jalani akan berakhir yang seharusnya belum berakhir meneriakkan ke-aku-an pada setiap orang, yang berpaling karena lelah menarikmu dari keterpurukan seandianya kau buka matamu dengan jelas dan melihat banyak kerusakan yang kau buat ntah dapat di perbaiki atau hancur hai perempuan kasmaran terluka berjalan tanpa tujuan dalam gelap sedangkan mata tak buta, cahaya matahari mengiringi bayang dan dirimu sedangkan sang embun ingin menyegarkan mu bila ini akhirmu jangan kau pamerkan luka nestapamu karena dirimu telah berakhir dengan hatimu catatanhati: T.A.M.A.T
  • 10

    Aug

    Halte

    ya, tunggu aku disana tepat berdiri di tengah arah timur agar kau dapat melihatku yang berjalan kesana dari kejauhan ya, tunggu aku disana di bawah atap seng berwarna biru sedang ku susun bongkahan-bongkahan yang tercerai berai agar dapat ku bawa kepada mu catatan hati: ketika melewati halte biru
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post